Di panggung itu...
Kalian berakting bak pahlawan
Menuntut adanya perubahan
Entah seperti apa pemaparan kalian
Mungkin hanya komedi atau realis
Dengan naskah yang terancang rapi
Protagoniskah atau Antagonis
Tak mampu ku menafsirkan sifat ini
Disana...
Kalian acungkan keadilan
Lewat semburat halus itu
mengeluarkan berbagai watak dibalik cermin
Agar semua tertipu bujuk rayu
Dan mudah untukmu mengepakkan sayap
Ribuan paparazi pun ikut terbius kearifan
Biar masyarakat tahu....
Siapa dirimu.....
Kau bukan actor…
Jangan berlagak semaumu...
Kami tahu dimana opini itu
Wacana akan kejujuranmu
kami muak....
Dengan semua tutur lembutmu
Lepaskan saja topengmu
Agar mereka tahu siapa dirimu...
Jangan berakting di depan kami…
Karena kami tak mau aktingmu
Tak butuh adanya scenario
Jika tak ada kemajuan
Kami bosan…
Melihat segala sandiwaramu…
Pernahkah kau berfikir...
Apakah mereka pernah terhibur ?...
Kami memilihmu bukan karena latarmu
Tapi…
Kami ingin kau acungkan
Aspirasi dan tuntutan dari benak kami
hidup ni seperti novel, bnyak bab yang harus di baca, ad jga bab yang terlupakn, tp ada satu bab yang tak mgkn terlupakn yaitu; bab di mana aku kenal am qmu... my frend adalh sgal galaya buat q.. krna my friend adalah harta yang trinda yng prnah qu miliki.......
Selasa, 05 Juli 2011
Dara... *
Tanpamu...
Dunia terasa hambar...
Tak ingin lagi berputar...
Kehidupan tanpa pesan menikam...
Sunyi, hampa, dan hambar...
Karenamu...
Dunia serasa nyata...
Dalam palung jiwa dan sukma...
Hadirmu menjadi purnama...
Membakar derita dalam aroma...
Akan sebait dara turun dari nirwana...
Membawa pesan untuk kehidupan...
Dari asah ditukar sempurna...
Dara...
Oh dara...
Kau buat hati ini membungkam bahasa...
Lewat sejuta rasa tertulis di jiwa...
Seharusnya...
Dara terbingkai agama...
Jua penompang jalan takwa...
Bukan hanya di aurat saja...
Melainkan...
Kesempurnaan hati untuk ibadah...
Serta perilaku saat melangkah...
Untuk semua dara didunia...
Renungkanlah hakikat akan pahala...
Yang mengantarkan menuju syurga...
Kelak...
Semoga engkau merasa...
Dimana harus beranjak ?...
Dimana harus berpijak ?...
Semoga saja...
Dunia terasa hambar...
Tak ingin lagi berputar...
Kehidupan tanpa pesan menikam...
Sunyi, hampa, dan hambar...
Karenamu...
Dunia serasa nyata...
Dalam palung jiwa dan sukma...
Hadirmu menjadi purnama...
Membakar derita dalam aroma...
Akan sebait dara turun dari nirwana...
Membawa pesan untuk kehidupan...
Dari asah ditukar sempurna...
Dara...
Oh dara...
Kau buat hati ini membungkam bahasa...
Lewat sejuta rasa tertulis di jiwa...
Seharusnya...
Dara terbingkai agama...
Jua penompang jalan takwa...
Bukan hanya di aurat saja...
Melainkan...
Kesempurnaan hati untuk ibadah...
Serta perilaku saat melangkah...
Untuk semua dara didunia...
Renungkanlah hakikat akan pahala...
Yang mengantarkan menuju syurga...
Kelak...
Semoga engkau merasa...
Dimana harus beranjak ?...
Dimana harus berpijak ?...
Semoga saja...
Idealisme menembus nirwana...
Tanpamu...
Ragaku masih bisa melanglang buana.
Menembus lapisan cakrawala.
Tanpamu...
Sayapku masih beralun dan melayang.
Meski tak ada haluan.
Bebas, lepas tanpa penghalang.
Idealisme tak terbelenggu karang.
Berdiri sendiri dengan keteguhan.
Percaya akan adanya keajaiban.
Seakan hilangkan batu penghalang.
Diantara jalan lurus nan panjang.
Ragaku masih bisa melanglang buana.
Menembus lapisan cakrawala.
Tanpamu...
Sayapku masih beralun dan melayang.
Meski tak ada haluan.
Bebas, lepas tanpa penghalang.
Idealisme tak terbelenggu karang.
Berdiri sendiri dengan keteguhan.
Percaya akan adanya keajaiban.
Seakan hilangkan batu penghalang.
Diantara jalan lurus nan panjang.
Idealisme menembus nirwana...
Tanpamu...
Ragaku masih bisa melanglang buana.
Menembus lapisan cakrawala.
Tanpamu...
Sayapku masih beralun dan melayang.
Meski tak ada haluan.
Bebas, lepas tanpa penghalang.
Idealisme tak terbelenggu karang.
Berdiri sendiri dengan keteguhan.
Percaya akan adanya keajaiban.
Seakan hilangkan batu penghalang.
Diantara jalan lurus nan panjang.
Ragaku masih bisa melanglang buana.
Menembus lapisan cakrawala.
Tanpamu...
Sayapku masih beralun dan melayang.
Meski tak ada haluan.
Bebas, lepas tanpa penghalang.
Idealisme tak terbelenggu karang.
Berdiri sendiri dengan keteguhan.
Percaya akan adanya keajaiban.
Seakan hilangkan batu penghalang.
Diantara jalan lurus nan panjang.
" Rembulan Pun Terdiam "
Kali ini rembulan terangi
wajah sayuku yang makin
melusuh
bukan karena letih ataupun
lesu
teka teki kehidupan ini membuatku bingung tak
menentu
kulihat ada tumpukan
bintang di atas sana
seolah membuat sebuah pola
raut senyum terukir diwajahnya yah, mereka seakan
menertawai kehidupan
manusia yang semakin rumit
ini
sang rembulan hanya terdiam
bisu tanpa kata tak bersuara seakan hanya memberi cahaya
terang
pada kehidupan yang
semakin gelap
cerita demi cerita terukir
dimalam ini tak tau entah kapan
berakhirnya
Dan aku akan teruskan
jalanku
dengan rembulan kecilku..
_Rembulan pun diam_
wajah sayuku yang makin
melusuh
bukan karena letih ataupun
lesu
teka teki kehidupan ini membuatku bingung tak
menentu
kulihat ada tumpukan
bintang di atas sana
seolah membuat sebuah pola
raut senyum terukir diwajahnya yah, mereka seakan
menertawai kehidupan
manusia yang semakin rumit
ini
sang rembulan hanya terdiam
bisu tanpa kata tak bersuara seakan hanya memberi cahaya
terang
pada kehidupan yang
semakin gelap
cerita demi cerita terukir
dimalam ini tak tau entah kapan
berakhirnya
Dan aku akan teruskan
jalanku
dengan rembulan kecilku..
_Rembulan pun diam_
#bintang kehidupan#
Janganlah kau merana tangisnya getah cinta lebih pahit sendiri.bukanx sekali seringku menc0ba.
Namunku gagal lagy.
Mungkin nasib nich suratan tanganku harus tabah sendiri.
Jauh sudah melahkah menusuri hidupku yg penuh tanda tanya.
Kadang hati bimbang menentukan sikapku.
Tiada tempat mengadu hanya iman didada yg membuatku mampu selalu tabah menjalani.
"malam_malamb aq sendiri tanpa cintamu gy, hanya satu keyakinanku bintangkan bersinar melengkapi hidupku bahagiakan datang"
janganlah kau merana tangisnya getah cinta lebih pahit sendiri
Namunku gagal lagy.
Mungkin nasib nich suratan tanganku harus tabah sendiri.
Jauh sudah melahkah menusuri hidupku yg penuh tanda tanya.
Kadang hati bimbang menentukan sikapku.
Tiada tempat mengadu hanya iman didada yg membuatku mampu selalu tabah menjalani.
"malam_malamb aq sendiri tanpa cintamu gy, hanya satu keyakinanku bintangkan bersinar melengkapi hidupku bahagiakan datang"
janganlah kau merana tangisnya getah cinta lebih pahit sendiri
Keagungan ILAHI [ Al-Muktashim ]
, Ratu malam sang rembulan
raja siang sang matahari
keduanya selalu bertentangan
Tarik menarik
dorong mndorong
saling menguasai
seolah selalu bertanding tiada henti
Tiada yang kalah
tk ada yg menang
karena dgn keduanya , sifat yg bertentangan ini seluruh alam semesta bergerak!
Dunia berputar
saling mengisi ,
yang satu melengkapi yg lain
tanpa yg satu
takkan ada yg lain
Siang dan malam
gelap dan terang
baik dan jahat
tanpa yg satu ,
apakah yg lain itu akan ada ?
tanpa adanya gelap , dapatkah kita mengenal terang ?
Inilah sebuah kenyataan yg telah dikehendaki oleh ALLAH ,
tanpa kehendak-Nya takkan terjadi apa apa .
raja siang sang matahari
keduanya selalu bertentangan
Tarik menarik
dorong mndorong
saling menguasai
seolah selalu bertanding tiada henti
Tiada yang kalah
tk ada yg menang
karena dgn keduanya , sifat yg bertentangan ini seluruh alam semesta bergerak!
Dunia berputar
saling mengisi ,
yang satu melengkapi yg lain
tanpa yg satu
takkan ada yg lain
Siang dan malam
gelap dan terang
baik dan jahat
tanpa yg satu ,
apakah yg lain itu akan ada ?
tanpa adanya gelap , dapatkah kita mengenal terang ?
Inilah sebuah kenyataan yg telah dikehendaki oleh ALLAH ,
tanpa kehendak-Nya takkan terjadi apa apa .
Langganan:
Postingan (Atom)