Ku mencari sahabat
karena aku
mengginginkanya
ku mencari cinta
karena aku
membutuhkanya
bukan hanya anganku
aku mengginginkan
bukan hanya mimpiku
aku membutuhkanya
kita semuanya
menginginkan
kita semua
membutuhkan
hanya untuk memwujudkan
sebuah harapan
hanya untuk membangun
sebuah kebahagiaan
hidup ni seperti novel, bnyak bab yang harus di baca, ad jga bab yang terlupakn, tp ada satu bab yang tak mgkn terlupakn yaitu; bab di mana aku kenal am qmu... my frend adalh sgal galaya buat q.. krna my friend adalah harta yang trinda yng prnah qu miliki.......
Senin, 28 November 2011
Kebahagian itu ada, Tapi Siapakah Yang Bisa Meraihnya ?
Telah Kukatakan Kepada Hatiku,
Jika kesedihan menerpamu, Berbahagialah Shobat !
Ketakutan itu pasti akan segera sirna.
seseorang memang tidak mungkin menyandarkan kebahagiaannya kepada selain dirinya sendiri. Namun, ia bisa mengikuti petunjuk jalan menuju keutamaan untuk mencapanya : Jalan yang menuntun manusia untuk menjadi seorang yang jujur, pemberani, mencintai pekerjaanya, dan menyayangi sesama. jalan yang mengajarkan untuk bekerja sama dengan orang lain, tidak egois, dan lebih mementingkan bisikan nuraninya yang suci dalam setiap geraknya. kebahagiaan itu bukan h=bahan khayalan, tetapi kenyataan yang telah dirasakan dan dibuktikan oleh orang banyak.
kita bisa menikmati kebahagian itu dari berbagai pengalaman dan perjalan hidup kita sendiri. ketika kita mencermati perjalan hidup kita misalnya, maka kita akan menjumpai banyak hal yang telah buat kita bahagia. Bahkan, kita juga bisa terhindar dari berbagai macam penyakit yang mengganggu kesehatan dan jiwa kita dengan pengetahuan, kemauan, dan kesabaran.
demikianlah, maka sudah seharusnya bila kita menikmati kehidupan yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT ini tampa pengingkaran, kedurhakaan dan menyulitkan diri dalam kesusahan.
keraguan, rendah diri dan membelenggu
diri dalam satu persoalan tampa cita-cita itu
hanya akan membuat manusia gelisah dan
hilang keseimbangan.
Jika kesedihan menerpamu, Berbahagialah Shobat !
Ketakutan itu pasti akan segera sirna.
seseorang memang tidak mungkin menyandarkan kebahagiaannya kepada selain dirinya sendiri. Namun, ia bisa mengikuti petunjuk jalan menuju keutamaan untuk mencapanya : Jalan yang menuntun manusia untuk menjadi seorang yang jujur, pemberani, mencintai pekerjaanya, dan menyayangi sesama. jalan yang mengajarkan untuk bekerja sama dengan orang lain, tidak egois, dan lebih mementingkan bisikan nuraninya yang suci dalam setiap geraknya. kebahagiaan itu bukan h=bahan khayalan, tetapi kenyataan yang telah dirasakan dan dibuktikan oleh orang banyak.
kita bisa menikmati kebahagian itu dari berbagai pengalaman dan perjalan hidup kita sendiri. ketika kita mencermati perjalan hidup kita misalnya, maka kita akan menjumpai banyak hal yang telah buat kita bahagia. Bahkan, kita juga bisa terhindar dari berbagai macam penyakit yang mengganggu kesehatan dan jiwa kita dengan pengetahuan, kemauan, dan kesabaran.
demikianlah, maka sudah seharusnya bila kita menikmati kehidupan yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT ini tampa pengingkaran, kedurhakaan dan menyulitkan diri dalam kesusahan.
keraguan, rendah diri dan membelenggu
diri dalam satu persoalan tampa cita-cita itu
hanya akan membuat manusia gelisah dan
hilang keseimbangan.
Jumat, 15 Juli 2011
PEDIH ........
Engkau yang sedang patah hati
Menagislah dan jangan ragu ungkapkan
Betapa pedih hati yang tersakiti
Racun yang membunuhmu secara perlahan
Engkau yang saat ini pilu
Betapa menanggung beban kepedihan
Tumpahkan sakit itu dalam tangismu
Yang menusuk relung hati yang paling dalam
Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri perih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam ini
Anggaplah semua ini
Satu langkah kedewasaan diri
Dan tak terpungkiri
Juga bagi ...
Engkau yang hatinya terluka
Di peluk nestapa tersapu derita
Seiring saat keringnya air mata
Tak mampu menahan pedih yang tak ada habisnya
Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri perih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam ini
Anggaplah semua ini
Satu langkah kedewasaan diri
Dan tak terpungkiri
Juga bagi ...Mu ..
Engkau yang sedang patah hati
Menagislah dan jangan ragu ungkapkan
Betapa pedih hati yang tersakiti
Racun yang membunuhmu secara perlahan
Engkau yang saat ini pilu
Betapa menanggung beban kepedihan
Tumpahkan sakit itu dalam tangismu
Yang menusuk relung hati yang paling dalam
Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri perih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam ini
Anggaplah semua ini
Satu langkah kedewasaan diri
Dan tak terpungkiri
Juga bagi ...
Engkau yang hatinya terluka
Di peluk nestapa tersapu derita
Seiring saat keringnya air mata
Tak mampu menahan pedih yang tak ada habisnya
Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri perih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam ini
Anggaplah semua ini
Satu langkah kedewasaan diri
Dan tak terpungkiri
Juga bagi ...Mu ..
Engkau yang sedang patah hati
Sabtu, 09 Juli 2011
Jumat, 08 Juli 2011
pamit
kini telah tiba saatnya...
Tuk pergi meninggalkan dirimu...
Setelah semua yang telah dilewati...
Dan membuat kita semakin dewasa...
Ku ingin menjauh tuk sementara...
Lepaskan semua beban dihati...
Reff :
aku pergi... Tinggalkan dirimu...
Tuk mencari kemana hatiku...
Jangan kau ragukan diriku...
Yang selalu menyayangimu...
Aku hanya pamit... O... O... O...
Aku hanya pamit...
Untuk sementara waktu...
Telah lama... Ku selalu menunggu...
Kepastian tuk membuatku berdiri...
Tuk pergi meninggalkan dirimu...
Setelah semua yang telah dilewati...
Dan membuat kita semakin dewasa...
Ku ingin menjauh tuk sementara...
Lepaskan semua beban dihati...
Reff :
aku pergi... Tinggalkan dirimu...
Tuk mencari kemana hatiku...
Jangan kau ragukan diriku...
Yang selalu menyayangimu...
Aku hanya pamit... O... O... O...
Aku hanya pamit...
Untuk sementara waktu...
Telah lama... Ku selalu menunggu...
Kepastian tuk membuatku berdiri...
Selasa, 05 Juli 2011
KEMARAU
Daun gugur berkejaran
Terbang dan melayang di atas awan
Senandung rindu akan kenangan
Riasan hijau akan pepohonan
Desau angin bergulana
Membawa keraguan yang tercipta
Dalam kesembunyian tabiat jiwa
Ingin hati mempesona nirwana
Kemarau sedang temaram
Latar pepohonan menjadi memuram
Gundah seakan menikam
Rintihan hati yang tak kunjung padam
Panas terik menduakan rasa
Jiwa haru merebut makna
Berselisih dengan sebuah iba
Keegoan hati sang pujangga
Seribu hujanpun tak mampu
Mengobati semak perdu
Merintih harapan memadu
Di dalam lukisan kelabu
Terbang dan melayang di atas awan
Senandung rindu akan kenangan
Riasan hijau akan pepohonan
Desau angin bergulana
Membawa keraguan yang tercipta
Dalam kesembunyian tabiat jiwa
Ingin hati mempesona nirwana
Kemarau sedang temaram
Latar pepohonan menjadi memuram
Gundah seakan menikam
Rintihan hati yang tak kunjung padam
Panas terik menduakan rasa
Jiwa haru merebut makna
Berselisih dengan sebuah iba
Keegoan hati sang pujangga
Seribu hujanpun tak mampu
Mengobati semak perdu
Merintih harapan memadu
Di dalam lukisan kelabu
mentari
di ufuk sana kau terbangun
menatap dunia penuh malu
keluar dari bukit ragu
tengah menanti kesadaran
lewat pancaran kau berhias
kala nirwana mengundang tanya
dimanakah auraku berpijak ?
pesonamu menyuluh sang jalu
meriahkan kedinian hari
dengan sebait buluh perindu
menggema akan syair
yang melintas dari palung
mencoba merayu penikmatnya
menatap dunia penuh malu
keluar dari bukit ragu
tengah menanti kesadaran
lewat pancaran kau berhias
kala nirwana mengundang tanya
dimanakah auraku berpijak ?
pesonamu menyuluh sang jalu
meriahkan kedinian hari
dengan sebait buluh perindu
menggema akan syair
yang melintas dari palung
mencoba merayu penikmatnya
Langganan:
Postingan (Atom)
